TERKONFIRMASI KADES! Viral Pernikahan Lansia Wasimin dan Kanni di Sragen, Bukti Jodoh Tak Kenal Usia

SRAGEN, MATA JATENG – Kisah pernikahan pasangan lanjut usia (lansia), Wasimin dan Kanni, warga Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, belakangan viral di media sosial.
Video dan foto momen pernikahan keduanya beredar di sejumlah platform media sosial dan mengundang perhatian publik. Banyak warganet tersentuh melihat pasangan yang telah memasuki usia senja tersebut memilih membuka lembaran kehidupan baru bersama.
Untuk memastikan informasi yang beredar bukan sekadar konten media sosial, Tim Redaksi MATA JATENG melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Ngadiyo. Senin (7/9/2026)
Kepada MATA JATENG, Ngadiyo membenarkan bahwa pernikahan tersebut memang benar terjadi. Ia bahkan mengaku hadir langsung dalam acara pernikahan yang digelar di rumah mempelai perempuan.

“Iya memang benar, Mas. Kemarin di Desa Tlogotirto, Sumberlawang. Saya juga menghadiri undangan pernikahan Mbah Sunarti alias Kanni, warga saya. Beliau menikah dengan Mbah Wasimin dari Desa Ngargosari,” ujar Ngadiyo saat dikonfirmasi.
Menurut Ngadiyo, prosesi pernikahan berlangsung dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Keluarga, kerabat, tetangga serta warga sekitar turut hadir memberikan doa dan dukungan kepada kedua mempelai.
“Acara di rumah Mbah Kanni, berlangsung lancar dan suasananya menyenangkan,” lanjutnya.

Dua Hati yang Memilih Memulai Babak Baru
Berdasarkan keterangan Kepala Desa Tlogotirto, mempelai perempuan adalah Sunarti alias Kanni, putri dari almarhum Karno. Ia tercatat lahir di Sragen pada 31 Desember 1965 dan berdomisili di wilayah Jembluk RT 04, Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Sementara mempelai pria adalah Wasimin, putra Kromo Rejo. Ia lahir di Sragen pada 15 April 1962 dan berdomisili di Ngroto RT 02, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Keduanya kemudian dipertemukan dalam sebuah ikatan pernikahan yang berlangsung sederhana, khidmat, namun penuh kebahagiaan.
Momen ijab kabul hingga suasana di pelaminan pun menjadi bagian dari dokumentasi yang kemudian beredar luas di media sosial.
Viral dan Mengundang Haru Warganet
Pernikahan Wasimin dan Kanni mendapat respons beragam dari masyarakat. Tidak sedikit warganet yang memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan rasa haru.
Kisah keduanya dianggap menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk menemukan kebahagiaan tidak selalu datang pada usia muda.
Di tengah kehidupan yang semakin cepat, pasangan ini justru memperlihatkan sisi lain kehidupan: bahwa seseorang tetap memiliki hak untuk menemukan teman hidup, berbagi kebahagiaan dan menjalani hari-hari bersama, tanpa harus terbatasi oleh usia.
Sejumlah komentar warganet yang beredar antara lain:
“MasyaAllah, cinta sejati itu ada. Sehat-sehat ya Mbah.”
Komentar lainnya menuliskan:
“Ini baru namanya jodoh pasti bertemu. Nggak ada kata terlambat buat bahagia.”
Pesan Humanis dari Desa Tlogotirto
Kepala Desa Tlogotirto, Ngadiyo, turut menyampaikan doa terbaik untuk kedua mempelai.
“Atas nama Pemerintah Desa Tlogotirto, saya mengucapkan selamat kepada pengantin berdua. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Bisa menjadi teman hidup setia, selalu menemani dan bahagia bersama,” ungkapnya.
Ucapan tersebut menjadi penutup manis dari sebuah kisah yang sederhana, tetapi berhasil menyentuh perhatian publik.
Pernikahan Wasimin dan Kanni seolah mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan usia dan anggapan orang lain. Setiap manusia memiliki waktunya masing-masing untuk menemukan kebahagiaan.
Bukan Sekadar Viral, Ada Kisah Kehidupan di Baliknya
Konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Tlogotirto semakin memperjelas bahwa pernikahan Wasimin dan Kanni bukan sekadar cerita yang muncul dari unggahan media sosial.
Di balik foto dan video yang viral, terdapat dua orang yang memilih menjalani kehidupan baru dengan cara mereka sendiri.
Kisah ini sekaligus menjadi pesan sederhana bagi masyarakat: tidak ada kata terlambat untuk bahagia, selama pilihan tersebut dijalani dengan niat baik, penuh tanggung jawab, dan mendapatkan doa dari keluarga serta orang-orang terdekat.
Bagi publik, mungkin ini hanya sebuah video pernikahan yang lewat di beranda media sosial.
Namun bagi Wasimin dan Kanni, hari itu menjadi awal dari sebuah perjalanan baru.
Jodoh memang tidak selalu datang ketika muda. Terkadang, ia datang ketika seseorang telah cukup matang untuk menghargai arti teman hidup.
Penulis: (Sriyadi Tim Redaksi MATA JATENG)Terdepan Mengabarkan, Berimbang dalam Pemberitaan.
#JodohPastiBertemu #PernikahanLansia #ViralSragen #Sumberlawang #Sragen #MataJateng







