Siswa SMA di Sragen 2 Kali Diganjar NASA, Temukan Celah Keamanan Website Badan Antariksa AS

SRAGEN — Prestasi membanggakan ditorehkan Rais Dirja Rahmadi, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tangen, Sragen, Jawa Tengah. Di usianya yang masih 17 tahun, Rais berhasil menemukan kerentanan keamanan pada website milik National Aeronautics and Space Administration (NASA). Sragen (20/8/26)
Tak hanya sekali, temuan Rais bahkan mendapat apresiasi dari NASA sebanyak dua kali.
Ketertarikan Rais terhadap dunia keamanan siber tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Sejak 2022, saat berusia 13 tahun, ia mulai serius mempelajari cyber security secara mandiri.
Perjalanan menemukan celah keamanan website NASA pun tidak langsung berhasil. Pada percobaan pertama, temuannya dinyatakan tidak valid karena celah tersebut telah lebih dulu ditemukan pihak lain.
Rais tidak menyerah. Hingga percobaan ke-10, ia kembali menemukan kerentanan baru yang kemudian diverifikasi secara resmi pada Februari 2026 dan diklasifikasikan pada level P4.
Setelah melalui proses verifikasi, NASA mengakui temuan tersebut. Pada Maret 2026, Rais menerima penghargaan pertamanya dari badan antariksa Amerika Serikat itu.
Prestasi tersebut kembali terulang. Pada Juli 2026, Rais menemukan kerentanan lain pada domain NASA yang berbeda. Temuan itu mendapat pengakuan dan pada 6 Agustus 2026, Rais kembali menerima penghargaan dalam kategori Vulnerability Disclosure Policy (VDP) melalui platform BugCrown.
Sementara itu, Kepala sekolah SMAN 1 Tangen mengaku bangga atas capaian Rais. Di lingkungan sekolah, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
Kemampuan Rais di bidang keamanan siber juga tidak hanya dibuktikan melalui NASA. Ia telah melaporkan sejumlah kerentanan keamanan kepada berbagai institusi, di antaranya Detik.com, Universitas Airlangga, Tiga Serangkai, BMKG, hingga puluhan instansi lainnya.
Rais kini bercita-cita menekuni profesi di bidang cyber security. Kisahnya menjadi bukti bahwa rasa ingin tahu, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa prestasi hingga ke tingkat internasional. ( YL) *







