Dari Pena Hingga Bakti Sosial: Di Usia Senja Masih Berbagi! Kisah Janter RS & Suharti

SRAGEN – Di tengah derasnya arus informasi, masih ada nama-nama yang tetap konsisten mengabdi dengan pena dan hati. Salah satunya adalah pasangan suami istri *Janter RS dan Suharti*, tokoh senior wartawan dari Teras Boyolali yang kini masih eksis dan aktif di Kabupaten Sragen dan Karisidenan Solo Raya. Minggu (6/9/2026)
Perjalanan hidup keduanya menjadi bukti nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal kata pensiun. Dari dunia jurnalistik hingga kegiatan sosial, Janter dan Suharti terus menebar manfaat.
*KUTIPAN*
“Hidup ini tentang rasa syukur dan berbagi. Selama masih diberi kesehatan, kami akan terus bantu sesama”. “Janter RS, Wartawan Senior_

*Dari Teras Boyolali Hingga Sapujagat*
Janter RS dikenal luas sebagai wartawan senior yang memulai kiprahnya dari _Teras Boyolali_. Dengan ketekunan dan integritas, ia meniti karir di dunia pers hingga menjadi rujukan bagi rekan-rekan jurnalis muda.
Istrinya, Suharti, setia mendampingi di setiap langkah. Keduanya tidak hanya membangun rumah tangga, tetapi juga membangun semangat berbagi kepada sesama.
Kini, di usia senja, keduanya masih aktif berkiprah di Organisasi Kemasyarakatan Sapujagat. Sapujagat sendiri dikenal sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
*Aktif Berbagi & Bangun Masjid Sapujagat Gemolong*
Komitmen sosial Janter RS dan Suharti tidak berhenti di tulisan. Keduanya aktif dalam kegiatan bakti sosial, membantu warga yang membutuhkan.
Salah satu fokus mereka saat ini adalah ikut serta menyalurkan donasi untuk pembangunan Masjid Sapu Jagat yang berlokasi di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi anggota Sapujagat dan masyarakat sekitar.
Bagi kami, hidup ini adalah tentang syukur dan berbagi. Selama masih diberi kesehatan dan rezeki, kami akan terus bantu saudara-saudara yang membutuhkan,”_ ungkap Janter RS saat ditemui Tim Mata Jateng.
Inspirasi Pengabdian Tanpa Henti
Kisah Janter RS dan Suharti menjadi inspirasi. Di era yang serba cepat, mereka memilih jalan yang sederhana namun berdampak: menulis, mengabdi, dan berbagi.
Keaktifan mereka di Sapujagat juga menjadi contoh bagaimana seorang jurnalis tidak hanya meliput, tetapi juga turun langsung menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
Hingga kini, pasangan ini tetap disegani di kalangan wartawan maupun anggota ormas. Semangat mereka menjadi pengingat bahwa usia hanyalah angka, sedangkan semangat pengabdian tidak pernah padam.
(Sriyadi:MATA_JATENG)







