Rumah di Kalijambe Sragen Ludes Terbakar, Uang Tunai Rp 50 Juta dan Sertifikat Tanah Jadi Abu

SRAGEN, MATA JATENG — Tragedi kebakaran rumah kembali terjadi di Kabupaten Sragen di puncak musim kemarau. Satu unit rumah warga di Dukuh Sambirembe RT 06/RW 18, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah ludes dilalap api pada Selasa (22/9/2026) sore.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.17 WIB itu tidak hanya menghanguskan bangunan berukuran 9×12 meter, namun juga meludeskan harta benda korban. Termasuk uang tunai senilai Rp 50 juta dan sertifikat tanah yang disimpan di dalam rumah.
Peristiwa itu juga mengakibatkan dua orang menjadi korban. Kholik Maulana (16), anak pemilik rumah mengalami luka bakar ringan di lengan kiri, sementara Wida Setyaningsih (21) syok hingga pingsan setelah menyaksikan rumahnya terbakar.
Kronologi: Listrik Padam, MCB Dinaikkan Langsung Muncul Percikan
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sragen, Tommy Isharyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, Sunarti, sebelum kejadian listrik di rumahnya tiba-tiba padam.
“Berdasarkan keterangan pemilik rumah Ibu Sunarti, saat itu listrik di rumah tiba-tiba padam. Setelah diperiksa, MCB diketahui turun,” ujar Tommy saat dikonfirmasi MATA JATENG, Selasa malam.
Sunarti kemudian mencoba menaikkan kembali MCB tersebut. Nahas, sesaat setelah MCB dinaikkan, muncul percikan api dari terminal sambungan kabel yang berada di atas dan menempel pada tiang rumah.
“Namun sesaat setelah dinaikkan, muncul percikan api dari terminal sambungan kabel yang berada di atas dan menempel pada tiang,” jelas Tommy.
Api dengan cepat membesar dan menyambar atap rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Melihat api semakin membesar, Sunarti langsung keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya. Namun karena angin cukup kencang dan material rumah mudah terbakar, api semakin tak terkendali. Warga akhirnya menghubungi Damkar Sragen.
Satu Jam Berjibaku, Habiskan 11 Ribu Liter Air
Petugas Damkar Sragen yang menerima laporan langsung menerjunkan armada ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
“Api berhasil kita padamkan pada pukul 17.17 WIB. Untuk pemadaman, kami menghabiskan sekitar 11 ribu liter air,” kata Tommy.
Meski api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke rumah warga lain, rumah korban mengalami kerusakan berat dan hampir rata dengan tanah.
“Kerugian materiil masih belum bisa ditaksir secara pasti. Namun selain bangunan, dilaporkan uang tunai sekitar Rp 50 juta, dua unit sepeda gunung, barang elektronik, perabot rumah tangga, hingga sertifikat tanah ikut terbakar,” beber Tommy.
Saat ini, pihak keluarga korban masih mengungsi di rumah kerabat. Sementara untuk korban luka bakar ringan dan korban syok telah mendapatkan penanganan medis.
Pihak Damkar mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama saat musim kemarau. Kabel yang sudah usang dan sambungan yang tidak standar sangat berpotensi memicu korsleting. (Tim:Red)







