Bukan Sekadar Pejabat: Mengenal Lebih Dekat Didik Purwanto, S.Sos., Camat Sambirejo Sragen yang Bersahaja dan Dicintai Warga

SRAGEN, MATA JATENG – Ada pejabat yang hanya duduk di balik meja, ada pula pemimpin yang hadir di tengah denyut nadi warganya. Di ujung tenggara Kabupaten Sragen bagian selatan, sosok kedua itu hidup dalam diri Camat Sambirejo, Didik Purwanto, S.Sos.
Senin, 26 Oktober 2026, Tim Media MATA JATENG melaksanakan agenda kontrol sosial ke Kantor Kecamatan Sambirejo. Dari luar, kantor itu tampak seperti kantor kecamatan pada umumnya. Namun begitu melangkah masuk, suasananya berbeda. Hangat, terbuka, tanpa sekat.
Kami disambut langsung oleh Pak Camat Didik. Tanpa protokoler berlebihan, dengan senyum tulus dan obrolan santai layaknya sahabat lama.
Memimpin 9 Desa di Kaki Gunung Lawu
Kecamatan Sambirejo bukanlah wilayah yang mudah. Berada sekitar 12 Km dari pusat Kota Sragen ke arah tenggara, di kaki Gunung Lawu dengan topografi datar hingga pegunungan, wilayah seluas 4.843 Hektare ini menaungi 9 desa dengan karakter yang kuat: Sukorejo, Jambeyan, Jetis, Musuk, Kadipiro, Sambirejo, Blimbing, Dawung, dan Sambi.
Wilayah ini adalah beranda timur selatan Sragen. Penyangga pangan, penjaga hutan rakyat, dan lumbung budaya.
Di sinilah Didik Purwanto, S.Sos., meletakkan jejak kepemimpinannya.
Bijaksana, Bersahaja, Bersahabat
Tiga kata itu yang paling tepat menggambarkan dirinya. Dalam perbincangan bersama Tim MATA JATENG, setiap pemikiran yang ia sampaikan begitu terukur dan bijaksana.
Sebagai Satgas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tingkat kecamatan, ia tidak asal setuju. Ia bersuara lantang namun santun tentang pentingnya tata ruang yang jelas, pemilihan lokasi yang strategis, dan dasar hukum yang kuat agar program tidak menjadi beban bagi desa.
Baginya, keuangan desa adalah amanah yang harus dijaga dengan prosedur yang ketat dan transparan.
“Banyak aspek yang harus kita cermati bersama, mulai dari tata ruang hingga daya dukung desa,” begitu salah satu prinsip kehati-hatiannya yang pernah ia tegaskan.
Penjaga Budaya, Sahabat Wartawan
Jika kebijakan adalah otaknya, maka budaya adalah hatinya. Camat Didik adalah sosok di balik hidupnya kembali tradisi-tradisi luhur.
Ia hadir langsung, memotong pita, melepas burung sebagai simbol tolak bala, dalam Kirab Budaya Memetri Bumi Eyang Cokrojoyo di Desa Musuk. Baginya, budaya bukan tontonan, tapi tuntunan untuk membangun jati diri dan menggerakkan ekonomi UMKM.
Dan yang paling berkesan bagi kami insan pers: ia adalah Camat yang sangat Bersaja – Berwibawa Sederhana.
Tidak ada jarak antara pejabat dan wartawan. Semua pertanyaan dijawab terbuka, semua kritik diterima sebagai masukan. Kantornya terbuka untuk kontrol sosial kapan saja. Itulah mengapa ia dicintai warga dan dihormati teman-teman wartawan.
“Tugas camat itu melayani, bukan dilayani. Wartawan adalah mitra untuk memastikan pelayanan itu benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya santai sambil tersenyum.
Lebih Dari Sekadar Jabatan
Kunjungan kontrol sosial Tim MATA JATENG hari ini membuktikan, Sambirejo dipimpin oleh orang yang tepat.
Didik Purwanto, S.Sos. bukan sekadar pejabat struktural. Ia adalah pemimpin yang memahami bahwa Sragen timur selatan butuh sentuhan hati, bukan hanya tanda tangan.
Di bawah kepemimpinannya, Sambirejo yang berada di wilayah Sragen timur bagian selatan itu tetap kondusif, berbudaya, dan bergerak maju.
Tim MATA JATENG memberikan apresiasi tertinggi. Sinergi antara Pemerintah Kecamatan Sambirejo dan media akan terus kami jaga.
Sragen Tetap Menyala, dari Sambirejo Untuk Indonesia.
Penulis: Sriyadi Tim:Red MATA JATENG. Akurat Tajam Terpercaya







