Mantapkan Langkah Menuju Ijab Kabul, Tunangan Anak Pertama Riko dan Nia Digelar di Rumah Warsito Pemilik PT BIN dan Mata Jateng

SRAGEN – Suasana penuh kekeluargaan dan keakraban mewarnai acara urun rembuk sekaligus mencocokkan pertunangan calon pengantin Riko dan Nia, anak pertama dari keluarga Warsito, yang berlangsung di kediaman Warsito, pemilik PT BIN Berita Istana Negara, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Rabu (2/9/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum penting bagi kedua keluarga untuk bersilaturahmi sekaligus membahas dan menyatukan niat menuju jenjang pernikahan.
Pertemuan keluarga tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Kedua orang tua Riko maupun kedua orang tua Nia saling melengkapi, berdiskusi, serta memberikan doa dan restu agar kedua calon mempelai dapat melanjutkan ke tahap pernikahan dan melaksanakan ijab kabul.
*Pihak Laki Laki*
Alamat : Celep RT 19/00, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Rico Yoggi Pratama putra Bapak Warsito dan Ibu Sri Uminah.
*Pihak Perempuan*
Dukuh Mangkuyudan RT 1 RW 03 , Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartosuru, Kabupaten Sukoharjo. Nia Nur Hapsari Kurniawati putri Ibu Setiyorini dan Bapak Budi Apriyanto.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Camat Kedawung Sragen Ibu Endang, Kapolsek Kedawung Sragen, Komisaris dan Lowyer PT BIN Berita Istana Negara, Kepala Desa Celep, Kepala Desa Klandungan Kecamatan Ngrampal, Kepala Desa Sribit Kecamatan Sidoharjo, jajaran anggota Kodim 0725/Sragen dan Yonif 408/Suhbrastha, serta rekan-rekan media, tim redaksi MATA JATENG, dan warga Desa Celep.
Warsito: Pernikahan Harus Saling Menguatkan
Sebagai tuan rumah sekaligus ayah dari calon mempelai Riko, Warsito menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar.
Warsito juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besan dari pihak Nia yang datang bersama keluarga dari Kartasura, Sukoharjo, dan telah disambut dengan baik oleh keluarga besar di Sragen.
“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran keluarga besan, khususnya orang tua Nia beserta keluarga dari Kartasura, Sukoharjo. Semoga silaturahmi dan kebersamaan ini menjadi awal yang baik untuk kedua anak kami,” ungkap Warsito.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada kedua calon mempelai agar kelak mampu membangun rumah tangga dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan saling pengertian.
Warsito berpesan agar Riko dan Nia senantiasa hidup rukun, damai dan sejahtera, serta saling mencintai dan mengasihi dalam kondisi apa pun.
“Untuk kedua calon mempelai, saya berpesan agar ke depan bisa hidup damai, rukun dan sejahtera. Saling menyayangi, saling mencintai, dan saling mengasihi dalam keadaan apa pun. Yang paling penting harus bisa saling melengkapi, saling menguatkan dan menjaga satu sama lain,” pesannya.
Menurutnya, membangun rumah tangga bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga bagaimana pasangan mampu menghadapi berbagai persoalan bersama.
Karena itu, sikap saling menghargai, terbuka, sabar, dan mau mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis bisa menjadi keluarga yang sakinah, warohmah, mawadah.
Apresiasi Kehadiran Para Undangan
Warsito juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan hadir dalam acara keluarga tersebut.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada
Ibu Camat Kedawung, Kapolsek Kedawung, para kepala desa, jajaran TNI, rekan-rekan media serta seluruh tim redaksi MATA JATENG, dan warga Desa Celep yang turut hadir memberikan doa dan dukungan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Camat, Pak Kapolsek, para kepala desa, jajaran TNI, teman-teman media dan seluruh tamu undangan yang sudah hadir. Kehadiran panjenengan semua merupakan kehormatan bagi keluarga kami dan menjadi doa terbaik bagi kedua anak kami,” tutur Warsito.
Ia berharap kebersamaan dalam acara urun rembuk dan cocok tunangan tersebut dapat semakin mempererat hubungan kedua keluarga, sekaligus menjadi langkah awal menuju pelaksanaan pernikahan Riko dan Nia.
Acara berlangsung dalam suasana hangat, guyub dan penuh kekeluargaan, dengan doa serta harapan agar rencana pernikahan kedua calon mempelai dapat berjalan lancar hingga pelaksanaan ijab kabul. (Tim:Red)







