Layanan Publik

Viral! Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Pakai Bahasa Jawa Tagih Janji Prabowo Atasi Kabut Asap Karhutla

KUALA LUMPUR, MATA JATENG – Sebuah pernyataan tajam menggunakan bahasa Jawa dilontarkan Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan, dalam sidang dewan yang mulia. Video pidatonya yang fasih berbahasa Jawa kini viral di media sosial dan menyita perhatian publik Indonesia dan Malaysia.

Dengan izin parlemen, Kalam Salan yang mengaku orang Jawa namun tidak memahami bahasa Melayu, sengaja berpidato dalam bahasa Jawa untuk menyampaikan keresahan warga Malaysia terkait kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang terjadi setiap tahun.

“Assalamualaikum Pak Prabowo, bagaimana kabarnya? Saya ingin berbicara soal kabut asap yang setiap tahun terjadi dari Indonesia hingga ke Malaysia,” ujar Kalam Salan membuka pidatonya, seperti dilihat MATA JATENG dari video yang beredar, Kamis (22/10/2026).

Kalam Salan menggambarkan dampak serius kabut asap tersebut bagi masyarakat Malaysia. Mulai dari warga yang sulit bernapas, batuk, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga sekolah terpaksa ditutup dan sektor pariwisata menjadi sepi.

“Pak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia sulit untuk bernapas, banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, sesak napasnya, sekolah sampai tutup, pariwisata jadi sepi dan orang-orang yang bekerja di kebun tidak bisa bekerja,” tegasnya.

Yang paling menyentuh, Kalam Salan menyoroti nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di perkebunan Malaysia. Menurutnya, yang susah bukan hanya warga Malaysia, tetapi juga WNI yang menggantungkan hidup di sana.

“Yang susah bukan hanya orang Malaysia Pak. Orang Indonesia yang bekerja di kebun Malaysia juga ikut susah akibat asap ini. Tidak bisa bekerja, tidak dapat uang, lalu bagaimana mau kirim uang untuk anak dan istri di Indonesia?” lanjutnya dalam bahasa Jawa yang kental.

Dalam pidato tersebut, Kalam Salan juga menyentil guyonan atau lelucon yang kerap muncul soal klaim Indonesia sebagai pengirim oksigen untuk Malaysia. Ia mempertanyakan dengan nada satir.

“Maka, jangan jadikan ini guyonan, dijadikan lelucon berbicara kalau hutan Indonesia sudah mengirim oksigen untuk Malaysia. Lah, hutan di Malaysia itu apa cuma pohon plastik? Tidak bisa menghasilkan oksigen?” sindir Kalam Salan.

Di akhir pidatonya, ia secara langsung meminta Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk segera menangani persoalan karhutla secara serius agar tidak menjadi agenda tahunan yang menyengsarakan dua negara.

“Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani. Kebakaran hutan harus dipadamkan, jangan sampai setiap tahun Malaysia dan Indonesia sama-sama menderita susah karena asap. Kita semua ingin langit cerah, udaranya bersih, napasnya lega dan hidup sehat selamanya, terima kasih bapak presiden,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Kepresidenan Indonesia terkait pernyataan anggota parlemen Malaysia tersebut.

Konteks: Fenomena kabut asap lintas batas akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan memang menjadi isu tahunan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Pernyataan Kalam Salan dalam bahasa Jawa ini menjadi yang pertama dan dinilai mewakili kedekatan budaya Jawa yang ada di kedua negara.

Penulis: Sriyadi Tim Redaksi MATA JATENG

#MataJateng #Karhutla #fyp #Malaysia #KabutAsap

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button