Berita DaerahPendidikan

Diduga Keracunan MBG di Bawang Batang, Ratusan Siswa Dilarikan ke Puskesmas – SPPG Disegel BGN

BATANG, MATA JATENG – Dugaan kasus keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (23/9/2026) ini berdampak pada 11 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD/MI hingga MTs/MA di wilayah Kecamatan Bawang.

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Batang hingga Kamis (25/9/2026) pukul 20.38 WIB, tercatat sebanyak 276 orang mengalami gejala mual, pusing, muntah dan diare. Namun, data terbaru yang dihimpun di lapangan menyebutkan jumlah warga terdampak berpotensi terus bertambah dan masih dalam proses pendataan.

Korban tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua murid yang ikut mencicipi makanan sisa yang dibawa pulang anaknya.

Menu dan Kronologi

Informasi yang dihimpun Oleh Media, menu MBG yang dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB terdiri dari nasi putih, telur dengan saus bolognaise/asam manis, sayuran campuran, tahu goreng/mendoan, dan buah anggur.

Gejala mulai dirasakan pada siang hingga sore hari setelah makanan dikonsumsi, hingga puncaknya terjadi pada Selasa malam sampai Rabu sore. Kondisi tersebut membuat Puskesmas Bawang membludak dan sebagian korban dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Kalisari Batang, dan RS QIM.

BGN Temukan Pelanggaran SOP, SPPG Disegel

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan, Ketut Sumedana, membenarkan adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan pengolahan bahan telur dilakukan sejak pukul 19.30 WIB dan baru dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB, serta adanya masalah kebersihan fasilitas.

Atas temuan tersebut, BGN mengambil tindakan tegas dengan status suspend berat terhadap SPPG Bawang dan mencopot Kepala SPPG Bawang dari jabatannya.

Polisi Turunkan Labfor, Pengelola Minta Maaf

Kasus ini kini menjadi atensi Polda Jawa Tengah. Kasat Reskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Forensik (Labfor) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Batang.

Sementara itu, pihak pengelola dapur dari Yayasan Bela Batang Sejahtera melalui perwakilan manajemen, Tutut Wahyuningsih, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh korban dan keluarga serta menghentikan sementara seluruh operasional dapur untuk evaluasi menyeluruh.

Wakil Bupati Batang, Suyono, memastikan Pemkab Batang memprioritaskan penanganan medis bagi seluruh korban dengan mengoptimalkan layanan di RSUD Batang dan Puskesmas rawat inap sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium forensik Polda Jateng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. (Tim:Red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button