Berita DaerahSragen

Krisis Air Bersih, Kades Galeh Tangen Triyono Sambut Haru Bantuan Air dari Alumni SMP Muhammadiyah 1 Sragen Angkatan 1979

SRAGEN, MATA JATENG – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Alumni SMP Muhammadiyah 1 Sragen Tahun 1979. Di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Sragen utara, mereka menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Galeh, Triyono, di lokasi pendistribusian, Senin (26/10/2026).

Satu unit truk tangki bermuatan air bersih dengan nomor polisi AD 8147 DE yang membawa spanduk bertuliskan “Bakti Sosial Alumni SMP Muhammadiyah 1 Sragen Tahun 1979” tiba di desa tersebut dan langsung disambut warga.

Kades Galeh, Triyono, yang terlihat mengenakan seragam dinas khaki lengkap dengan peci hitam, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian para alumni.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga Desa Galeh, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Alumni SMP Muhammadiyah 1 Sragen angkatan 1979. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi kami. Wilayah kami di Galeh, Tangen ini memang langganan kekeringan setiap kemarau,” ujar Triyono kepada wartawan.

Menurut Triyono, Desa Galeh merupakan salah satu wilayah di Sragen yang paling terdampak kekeringan. Sumur-sumur warga mengering dan warga harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan ini langsung kami distribusikan ke dukuh-dukuh yang paling membutuhkan. Semoga menjadi amal jariyah dan dibalas Allah dengan kebaikan berlipat,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Alumni SMP Muhammadiyah 1 Sragen Tahun 1979 yang mengenakan seragam kuning khas mengatakan, bakti sosial ini merupakan wujud nyata rasa syukur dan solidaritas alumni yang meski sudah 46 tahun lulus, tetap kompak untuk berbuat untuk masyarakat.

“Kami alumni 79. Umur boleh tua, tapi semangat sosial harus tetap muda. Kami dengar saudara-saudara kami di Galeh, Tangen kesulitan air, kami langsung gerak. Ini bukan soal banyaknya air, tapi soal kepedulian. Jangan sampai warga Bumi Sukowati kesulitan air bersih,” kata salah satu perwakilan alumni.

Aksi sosial ini pun mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menginspirasi komunitas alumni lainnya untuk peduli terhadap krisis air bersih di Sragen utara yang rutin terjadi setiap tahun.

Penulis: Sriyadi Tim Red MATA JATENG 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button