GEGER! Bongkahan Es Sebesar Kelapa Muda Jatuh dari Langit Jebolkan Atap Rumah di Bantul

BANTUL, MATA JATENG – Fenomena langka dan menggegerkan warga terjadi di Dusun Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Bongkahan es sebesar kelapa muda dengan diameter sekitar 20 sentimeter mendadak jatuh dari langit dan menghantam sebuah rumah warga, Senin (2/11/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Saking besar dan kerasnya hantaman, atap galvalum pasir, plafon PVC beserta rangkanya hingga kursi kayu di ruang tamu rumah milik Veronica Suharti (RT 03 Dusun Jodog) sampai jebol dan patah.
Saksi Dengar Dentuman Keras dari Gazebo
Kejadian bermula ketika Petrus, kakak dari pemilik rumah, sedang bersantai di gazebo depan rumah. Tiba-tiba ia dikejutkan suara dentuman sangat keras dari dalam rumah.
“Saksi lalu melakukan pengecekan, dan terdapat bongkahan es berdiameter 20 sentimeter jatuh menimpa atap ruang tamu rumah,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, saat dikonfirmasi.
Setelah dicek, bongkahan es tersebut pecah menjadi beberapa bagian. Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto, menyebut dua pecahan besar berukuran sekitar 20 cm ditemukan bersama banyak serpihan kecil di lantai ruang tamu.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Rumah tersebut memang dalam kondisi kosong dan sudah lama tidak ditempati karena pemiliknya, Veronica Suharti, tinggal di Cilacap, Jawa Tengah.
Warga: “Esnya Yo Anyep, Isoh Nggo Gawe Es Teh”
Fenomena ini sontak menjadi tontonan warga. Di lokasi kejadian, warga yang memegang bongkahan es tersebut sempat berseloroh, “Esnya yo anyep, isoh nggo gawe es teh,” sambil menunjukkan es yang masih dingin dan belum sepenuhnya mencair.
BPBD dan BMKG Turun Tangan
Petugas BPBD Kabupaten Bantul langsung meluncur ke lokasi untuk pendataan setelah menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan, kerusakan atap ruang tamu tercatat seluas 1 x 1 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan kerugian materi ditaksir sekitar Rp500.000.
BPBD memastikan tidak ada pabrik es di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kondisi cuaca saat kejadian juga tidak menunjukkan hujan lebat maupun angin kencang.
“Tidak ada pabrik es di sekitar lokasi kejadian. Saat kejadian juga tidak hujan. Jadi kalau berdasarkan analisis sementara di lapangan tadi ya fenomena,” tegas Ribut Bimo Haryo Tejo.
Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Heri, menjelaskan berdasarkan pengamatan radar BMKG, tidak terdeteksi hujan di sekitar lokasi pada pukul 08.00 WIB. Hujan ringan baru terpantau sekitar pukul 09.00 WIB.
Hingga kini BPBD Bantul masih berkoordinasi dengan BMKG DIY untuk menganalisis lebih lanjut secara ilmiah asal-usul bongkahan es tersebut. Dugaan sementara, bongkahan es terbentuk di dalam awan Cumulonimbus yang tumbuh hingga ketinggian 15-18 kilometer dengan suhu di bawah nol derajat.
Editor: Sriyadi Tim Red MATA JATENG
(Sumber: BPBD Bantul, BMKG DIY / Video: BPBD Bantul)







