Proyek Pemeliharaan Jalan Bontit – Kaliwedi Jadi Sorotan, Warga Minta Penjelasan dan Pengecekan Dinas Terkait

SRAGEN — Kondisi fisik talut pada pekerjaan Pemeliharaan Jalan Bontit-Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, menjadi perhatian warga.
Sejumlah bagian talut terlihat mengalami retakan dan terdapat material permukaan yang mudah terlepas ketika disentuh.
Temuan tersebut diketahui saat Tim MATA JATENG melakukan penelusuran di lokasi dan mendokumentasikan kondisi pekerjaan melalui foto serta video.
Redaksi MATA JATENG menempatkan temuan tersebut sebagai informasi awal yang membutuhkan klarifikasi dan pemeriksaan teknis, bukan sebagai kesimpulan bahwa pekerjaan telah melanggar spesifikasi atau ketentuan kontrak.

TERCANTUM DALAM PAPAN INFORMASI PROYEK
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan:
Pekerjaan: Pemeliharaan Jalan Bontit-Kaliwedi
Lokasi: Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen
Sumber Dana: APBD
Nilai: Rp194.556.000
Waktu Pelaksanaan: 60 hari
Pelaksana: CV Karya Bersama Sejahtera
Papan informasi tersebut menjadi dasar informasi awal mengenai identitas pekerjaan yang sedang berlangsung di lokasi.
Namun, papan proyek yang terlihat di lapangan tidak mencantumkan secara rinci seluruh ukuran teknis pekerjaan, seperti panjang, lebar, maupun ketebalan konstruksi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ingin diklarifikasi lebih lanjut oleh redaksi kepada pihak terkait, khususnya mengenai spesifikasi teknis pekerjaan sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

KONDISI TALUT JADI TEMUAN LAPANGAN
Dalam dokumentasi video yang diperoleh MATA JATENG, tampak bagian talut mengalami retakan serta terdapat material yang terlepas pada sejumlah titik.
Pada bagian tertentu, material permukaan terlihat dapat terkelupas ketika disentuh atau diremas menggunakan tangan.
Kondisi tersebut tentu perlu dilihat secara teknis untuk mengetahui penyebabnya. Apakah berkaitan dengan kualitas material, proses pengerjaan, kondisi konstruksi, faktor lingkungan, atau sebab lainnya, redaksi belum dapat menyimpulkan tanpa pemeriksaan dari pihak yang berkompeten.
Karena itu, MATA JATENG mendorong adanya pengecekan langsung dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen maupun pengawas pekerjaan untuk memastikan kondisi konstruksi tersebut.
WARGA SOROTI AKSES DI DEPAN RUMAH
Selain persoalan kondisi talut, warga sekitar juga menyampaikan adanya persoalan akses di depan rumah yang menurut mereka terdampak pekerjaan.
Sugiyono dan Ranto, warga Dukuh Bontit RT 26, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat pembicaraan mengenai penanganan akses jalan di depan rumah warga yang terdampak pekerjaan.
“Dari awal katanya pihak DPU Sragen atau pihak ketiga yang mengerjakan mau membuatkan jalan depan rumah warga yang tanahnya terkena dampak proyek. Tapi setelah pekerjaan selesai, kami masih menunggu tindak lanjutnya,” ujar warga.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan warga dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak pelaksana maupun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen.

WARGA BERHARAP ADA PENGECEKAN
Warga berharap pihak terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pekerjaan dan memberikan penjelasan mengenai kualitas maupun tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Mereka juga berharap persoalan akses warga yang terdampak dapat dikomunikasikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara masyarakat, pelaksana pekerjaan dan pemerintah daerah.
WARSIТO: PENGAWASAN PERLU DIPASTIKAN
Tokoh masyarakat Sragen sekaligus Direktur Utama PT BIN (Berita Istana Negara), Warsito, turut memberikan perhatian terhadap temuan tersebut.
Menurutnya, setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah perlu mendapatkan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Sebagai masyarakat, kita tentu berharap pembangunan yang menggunakan anggaran daerah bisa memberikan manfaat maksimal. Kalau ada kondisi pekerjaan yang menjadi pertanyaan masyarakat, sebaiknya segera dilakukan pengecekan oleh pihak yang berwenang,” kata Warsito.
Ia juga berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen bersama pengawas pekerjaan dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi talut dan pekerjaan jalan tersebut.
“Yang paling penting adalah dilakukan pemeriksaan secara teknis. Kalau memang ada bagian yang perlu diperbaiki, tentu masyarakat berharap segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tambahnya.
REDaksi MENDORONG KLARIFIKASI DAN PEMERIKSAAN
MATA JATENG tidak bermaksud memberikan vonis terhadap pihak tertentu.
Temuan mengenai retakan dan kondisi material sebagaimana terlihat dalam dokumentasi lapangan masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab dan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.
Redaksi berharap Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen dan pihak pelaksana dapat memberikan penjelasan mengenai:
Spesifikasi teknis pekerjaan talut dan jalan;
Standar material yang digunakan;
Tahapan serta metode pelaksanaan pekerjaan;
Hasil pengawasan selama pekerjaan berlangsung;
Kondisi talut yang mengalami retakan dan material terlepas;
Serta penanganan akses warga yang terdampak pekerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, MATA JATENG masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen maupun CV Karya Bersama Sejahtera.
Setiap keterangan resmi yang diterima redaksi akan menjadi bahan untuk melengkapi dan memperbarui pemberitaan ini.
CATATAN REDAKSI
Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil penelusuran lapangan, dokumentasi foto/video, informasi pada papan proyek, serta keterangan warga yang diperoleh redaksi.
MATA JATENG tidak menyimpulkan telah terjadi pelanggaran atau ketidaksesuaian spesifikasi teknis sebelum terdapat pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Redaksi berkomitmen menyajikan pemberitaan secara akurat, berimbang, independen dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang berkaitan. (Tim:Red)
Akurat – Aktual – Terpercaya
Suara Rakyat dari Jawa Tengah untuk Indonesia







