Anggaran Rp50 Juta dari APBD untuk Studi DWP Tulungagung ke Wonosobo Tuai Sorotan

TULUNGAGUNG, MATA JATENG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tulungagung menuai sorotan publik setelah menggelar kegiatan studi referensi ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada 19-21 Oktober 2026 dengan menggunakan anggaran dari APBD sebesar Rp50 juta.
Kegiatan yang diklaim bertujuan untuk pengembangan dan penguatan organisasi itu justru didominasi agenda wisata dan kuliner, di tengah dorongan pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan efisiensi anggaran.
Berdasarkan penelusuran MATA JATENG dari akun Instagram resmi DWP Kabupaten Tulungagung, @dwp_kab.tulungagung, rangkaian kegiatan hari pertama pada Senin (19/10/2026) diisi dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata populer di Dieng, Wonosobo.
Dalam unggahannya, DWP Tulungagung menyebut rombongan mengunjungi Pintu Langit, Kawah Sikidang dengan pengalaman menaiki jeep, serta Telaga Menjer. Agenda hari itu ditutup dengan gala dinner di Dipayana Cafe.
“Perjalanan diawali dengan mengunjungi Pintu Langit yang menawarkan panorama alam indah dengan udara sejuk dan suasana menenangkan. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang dengan pengalaman menaiki jeep,” tulis admin DWP Tulungagung dalam keterangannya.
Agenda inti studi referensi baru dilaksanakan pada hari kedua, Selasa (20/10/2026), di Kantor Bupati Wonosobo. Rombongan DWP Tulungagung diterima oleh Penasehat DWP Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, dan Ketua DWP Tulungagung Endang Tri Hariadi.
Kegiatan tersebut meliputi sambutan, sesi tanya jawab, penyerahan cenderamata, foto bersama, serta ramah tamah dengan menikmati kuliner khas Wonosobo seperti mie ongklok, soto golak, dan tempe kemul.
Setelah pertemuan resmi selesai, rombongan melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh Dinasty dan kemudian ke Kota Solo untuk menikmati kuliner sate kambing di Warung Pak Manto sebelum kembali ke Tulungagung.
Pemkab Benarkan Anggaran APBD Rp50 Juta
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan bahwa kegiatan tersebut dibiayai APBD dan difasilitasi oleh pihaknya.
“Biasanya itu kegiatan tahunan. Seingat saya dianggarkan Rp50 juta,” ujar Makrus saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (22/10/2026).
Makrus menjelaskan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk pengembangan dan penguatan organisasi serta menjalin jejaring antar-DWP daerah.
“Pengembangan dan penguatan terhadap organisasi,” kata Makrus.
Tuai Kritik Akademisi Soal Urgensi
Namun di sisi lain, kegiatan tersebut menuai kritik dari kalangan akademisi. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Suripto, mempertanyakan substansi dan manfaat konkret dari studi referensi tersebut bagi masyarakat.
Menurutnya, penyelenggara perlu menunjukkan hasil nyata yang bisa diterapkan setelah kunjungan, terutama terkait pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan pelayanan sosial.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas dan kondisi ekonomi masyarakat yang menantang, penggunaan anggaran publik untuk kegiatan yang sarat wisata dinilai perlu dievaluasi ulang kesesuaiannya dengan prinsip efisiensi.
Hingga berita ini diturunkan, MATA JATENG masih berupaya mengkonfirmasi secara rinci rincian penggunaan anggaran tersebut kepada Ketua DWP Tulungagung.
Tim Mata Jateng







