Rumah Ambruk di Gondang Sragen, Nenek 83 Tahun Meninggal Tertimpa Material Bangunan

SRAGEN, MATA JATENG – Peristiwa nahas terjadi di Dukuh Dimoro RT 017, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sebuah rumah yang dihuni seorang nenek berusia 83 tahun tiba-tiba ambruk dan menimpa korban yang saat kejadian berada di bagian teras rumah.
Korban diketahui bernama Satiyem (83). Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Informasi mengenai kejadian itu dibenarkan Kepala Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen, Daryono, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin siang.
Menurut Daryono, seluruh bangunan rumah korban mengalami keruntuhan, termasuk bagian teras yang saat itu ditempati Satiyem.

“Peristiwa rumah ambruk terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Seluruh bangunan rumah ambruk, termasuk bagian teras. Saat kejadian, Mbah Satiyem berada di teras,” kata Daryono.
Mengetahui kejadian tersebut, warga bersama perangkat desa langsung melakukan evakuasi terhadap material bangunan. Setelah proses evakuasi dilakukan, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar bagian teras rumah.
Jenazah Satiyem kemudian dievakuasi ke rumah anaknya yang berada di Dukuh Sumberejo RT 020, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen.
Daryono menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi rumah korban memang sudah cukup lama dan mengalami kerusakan. Satiyem juga disebut telah tinggal di rumah tersebut selama puluhan tahun.

Pihak keluarga, lanjut Daryono, sebenarnya telah mengajak Satiyem untuk tinggal bersama anak-anaknya. Namun, korban memilih tetap tinggal di rumahnya sendiri.
“Anak-anaknya sebenarnya mampu dan sudah mengajak beliau tinggal bersama. Tetapi Mbah Satiyem memilih tetap tinggal di rumahnya sendiri,” jelasnya.
Terkait penyebab meninggalnya korban, Daryono menyebut kondisi korban yang sudah lanjut usia dan kejadian tertimpa material bangunan menjadi bagian dari peristiwa tersebut. Namun, tidak ada pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit karena pihak keluarga langsung membawa jenazah untuk dipersiapkan menuju prosesi pemakaman.
“Jenazah tidak dibawa ke rumah sakit, tetapi langsung dibawa ke rumah anaknya untuk prosesi pemakaman,” ujar Daryono.
Daryono menambahkan, selama ini Satiyem juga tercatat rutin menerima bantuan pangan dari pemerintah.
Sementara mengenai kondisi rumah korban, ia menyebut bangunan tersebut berstatus magersari, sehingga menurut penjelasannya belum dapat memperoleh program bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat, terlebih kondisi bangunan rumah korban yang disebut sudah rapuh dan dihuni seorang lansia seorang diri. (Sriyadi)
MATA JATENG | AKURAT – AKTUAL – TERPERCAYA







