Tembus 44,03 Persen, Solo Catat Penduduk Belum Kawin Tertinggi di Jateng

SOLO, MATA JATENG — Kota Surakarta atau Solo mencatat fakta demografi yang menarik perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah 2025, persentase penduduk berstatus belum kawin di Kota Surakarta mencapai 44,03 persen, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.
Posisi kedua ditempati Kota Magelang sebesar 40,96 persen, sedangkan Kota Pekalongan berada di urutan ketiga dengan 40,58 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa persentase penduduk berstatus belum kawin cukup tinggi di sejumlah wilayah perkotaan Jawa Tengah.
Enam Kota Masuk Daftar Tertinggi
Selain Surakarta, sejumlah wilayah kota lainnya juga masuk dalam daftar dengan persentase penduduk belum kawin tertinggi.
Kota Tegal tercatat 40,12 persen, Kota Semarang 38,70 persen, Sukoharjo 37,98 persen, dan Kota Salatiga 37,39 persen.
Sementara itu, Demak tercatat 33,80 persen, Pekalongan 33,74 persen, dan Kudus 32,51 persen.
Menariknya, dari tujuh daerah dengan persentase tertinggi, enam di antaranya merupakan wilayah berstatus kota.
Bukan Sekadar Soal “Jomblo”
Angka 44,03 persen tersebut perlu dibaca secara hati-hati.
Status “belum kawin” merupakan kategori statistik kependudukan dan tidak otomatis berarti seluruh warga dalam kategori tersebut memilih untuk melajang atau tidak ingin menikah.
Karakteristik Solo sebagai kota pendidikan, perdagangan, jasa, budaya dan pariwisata juga membuat komposisi penduduknya cukup dinamis, termasuk keberadaan kelompok usia produktif dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Karena itu, angka tersebut lebih tepat dilihat sebagai potret demografi Kota Surakarta, bukan sebagai penilaian terhadap pilihan hidup masyarakatnya.
Jadi Catatan Menarik bagi Pemerintah Kota
Data tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai perubahan struktur masyarakat perkotaan.
Bagi pemerintah daerah, data kependudukan dapat menjadi bahan untuk membaca kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan kelompok usia produktif, hunian, pekerjaan, fasilitas publik dan berbagai layanan perkotaan.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto sebelumnya turut menyoroti fenomena tersebut.
Yang jelas, berdasarkan data BPS Jawa Tengah 2025, Kota Surakarta berada di posisi teratas dengan persentase penduduk berstatus belum kawin mencapai 44,03 persen.
Fenomena tersebut menjadi salah satu potret menarik perubahan demografi Kota Solo di tengah dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. (Sriyadi Tim:Red)
MATA JATENG — Akurat, Faktual, Terpercaya.







