Berita DaerahSragen

Bukan Sekadar Karnaval, Seribu Pendekar PSHT Cabang Sragen Bawa Pesan Persatuan di Festival Pendekar Nusantara 2026

SRAGEN, MATA JATENG — Lautan pendekar berseragam hitam menjadi salah satu pemandangan yang mewarnai Festival Pendekar Nusantara Sragen 2026.

PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun turut memeriahkan karnaval dengan mengerahkan sekitar seribu pesilat sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian pencak silat sekaligus penguatan persaudaraan di Bumi Sukowati.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari semarak festival yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini mempertemukan 17 perguruan pencak silat dalam satu ruang kebersamaan, melalui karnaval, pertunjukan seni bela diri, dan rangkaian kegiatan pendukung lainnya.

Bagi PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, partisipasi dalam festival bukan semata-mata tentang jumlah peserta.

Kehadiran para pendekar juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, serta komitmen menjaga nama baik organisasi di tengah masyarakat.

Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Kangmas Sunanto, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sedikitnya 1.000 pesilat dari ranting-ranting di wilayah Kabupaten Sragen.

Peserta terdiri atas siswa, warga, serta unsur Pamter atau pengamanan internal organisasi.

Keterlibatan anggota dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan besarnya dukungan PSHT terhadap agenda pemerintah daerah sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal pencak silat sebagai warisan budaya yang sarat nilai pendidikan karakter.

Bukan Sekadar Karnaval, tetapi Pesan Persatuan

Festival Pendekar Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai perguruan dalam suasana kebersamaan.

Perbedaan lambang, tradisi, dan identitas perguruan diharapkan tidak menjadi sekat, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan.

Nilai persaudaraan, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial menjadi pesan penting yang perlu tercermin dalam setiap kegiatan pencak silat.

Semangat tersebut juga menuntut seluruh peserta menjaga ketertiban, menghormati masyarakat, serta mengikuti arahan panitia dan petugas selama rangkaian acara berlangsung.

Menguatkan Budaya, Membuka Ruang Kebersamaan

Penyelenggaraan festival oleh Pemerintah Kabupaten Sragen bersama Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) menjadi ruang untuk memperkenalkan seni bela diri tradisional kepada masyarakat luas.

Selain karnaval, kegiatan ini turut menghadirkan atraksi pencak silat, pameran UMKM, serta agenda kebersamaan ant perguruan.

Kehadiran ribuan pesilat diharapkan tidak berhenti sebagai kemeriahan sesaat.

Lebih dari itu, festival dapat menjadi fondasi bagi komunikasi yang berkelanjutan antarperguruan, pembinaan generasi muda, dan pelestarian pencak silat di Kabupaten Sragen.

Partisipasi PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun pun menjadi bagian dari gambaran bahwa kekuatan sebuah perguruan tidak hanya terlihat dari banyaknya anggota, tetapi juga dari kontribusi positif, kedisiplinan, serta kemampuannya menjaga kerukunan.

Dari Sragen, para pendekar membawa satu pesan: berbeda perguruan bukan alasan untuk terpecah.

Persaudaraan, budaya, dan persatuan harus tetap menjadi kekuatan bersama.

Penulis: Sriyadi Tim:Red MATA JATENG — Akurat, Tajam, Terpercaya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button